MANAJEMEN KELAS

 Manajemen Kelas

Kaltian Oktaviana

11901346

PAI 4 F

Kali ini kita akan membahas tentang manajemen kelas, apa sih manajemen kelas itu??

Yukk simak di bawah ini..

    Belajar adalah suatu proses yang komplek dan terjadi pada setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar bisa terjadi kapan saja dan dimana saja karena interaksi antara seseorang dan lingkungannya. Secara sederhana belajar dapat dikatakan sebagai suatu proses yang terjadi karena adanya usaha untuk membuat perubahan terhadap diri seseorang atau kelompok yang melakukan, agar memperoleh perubahan dalam dirinya dalam tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap.
    Proses belajar mengajar yang diselenggarakan di sekolah sebagai pusat pendidikan formal lebih di tujukan untuk mengarahkan perubahan pada diri seseorang secara terencana baik dari segi kognitif, afektif dan psikomotorik. Interaksi belajar sangat dipengaruhi oleh beberapa komponen yang terdiri atas: murid, guru, kepala sekolah, materi pelajaran, sarana prasarana (perpustakaan), lingkungan dan beberapa fasilitas lain yang memenuhi dalam proses pembelajaran sehingga akan menunjang keefektifan proses pembelajaran.

A. Pengertian Manajemen Kelas

    Manajemen adalah pengelolaan, penyelenggaraan  ketatalaksanaan penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan. Pengelolaan atau manajemen adalah penyelenggaraan atau pengurusan, agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien. Sedangkan kelas adalah sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat sekelompok siswa pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Kelas menurut pengertian umum dibedakan dari dua pandangan, yaitu pandangan dari segi fisik dan pandangan dari segi siswa.
    Hadari Nawawi memandang kelas dari dua sudut, yang pertama yaitu kelas dalam arti sempit, seperti ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar. Dan yang kedua, kelas dalam arti luas, seperti suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang menjadi satu kesatuan dan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. 
    Dari penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa kelas diartikan sebagai ruangan belajar atau kelompok belajar, yang dibatasi oleh empat dinding atau tempat peserta didik belajar dengan tingkatan. Kelas juga dapat dipandang sebagai kegiatan belajar yang diberikan oleh guru dalam suatu tempat, ruangan, tingkat dan waktu tertentu.

B. Manajemen Kelas Menurut Pendapat Ahli

    DR. Hadari Nawawi berpendapat bahwa manajemen kelas diartikan sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah, sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid.
    Johanna Kasin Lemlech, dalam bukunya Drs. Cecep Wijaya & Drs. A. Tabrani Rusyan mengatakan bahwa yang dimaksud dengan manajemen kelas adalah usaha dari pihak guru untuk menata kehidupan kelas dimulai dari perencanaan kurikulumnya, penataan prosedur dan sumber belajarnya, pengaturan lingkungannya untuk memaksimumkan efisiensi, memantau kemajuan siswa, dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul.
    Dr. Suharsimi Arikunto berpendapat bahwa “manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.” Dan Drs. Syaiful Bahri Djamarah berpendapat bahwa “manajemen kelas adalah suatu upaya memberdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.”
    Dari beberapa pendapat para ahli diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa manajemen kelas merupakan upaya untuk mengelola siswa didalam kelas yang dilakukan agar dapat menciptakan dan mempertahankan suasana atau kondisi kelas yang mendukung program pengajaran dengan jalan menciptakan dan mempertahankan motivasi siswa untuk selalu ikut terlibat dan berperan serta dalam proses pendidikan di sekolah.

C. Fungsi Manajemen Kelas

    Fungsi manajemen adalah sebagai wahana bagi perserta didik untuk mengembangkan diri sebaik mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi potensi peserta didik yang lainnya. Agar fungsi manajemen peserta didik dapat tercapai, ada beberapa fungsi manajemen kelas, yaitu:
  1. Memberi guru pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah dan hubungannya dengan pengajaran yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu.
  2. Membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan pengajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan
  3. Menambah keyakinan guru atas nilai-nilai pengajaran yang diberikan dan prosedur yang digunakan.
  4. Membantu guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan murid, minat-minat murid, dan mendorong motivasi belajar.
  5. Mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar dengan adanya organisasi kurikulum yang lebih baik, metode yang tepat dan menghemat waktu.
  6. Murid-murid akan menghormati guru yang dengan sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk mengajar sesuai dengan harapan-harapan mereka
  7. Memberikan kesempatan bagi guru-guru untuk memajukan pribadinya dan perkembangan profesionalnya.
  8. Membantu guru memiliki perasaan percaya pada diri sendiri dan menjamin atas diri sendiri.
  9. Membantu guru memelihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan-bahan yang terbaru kepada murid

 D. Tujuan Manajemen Kelas

    Tujuan dari manajemen kelas adalah mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar kegiatan tersebut dapat menunjang proses pembelajaran di lembaga pendidikan atau sekolah, agar proses pembelajaran di lembaga pendidikan atau sekolah tersebut dapat berjalan dengan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi pada pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan.
  1. Adapun tujuan dari manajemen kelas adalah sebagai berikut:Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
  2. Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan manajemen kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan atau perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban.
  3. Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.
    Manajemen kelas ditujukan untuk dapat menciptakan kondisi di dalam kelompok kelas berupa lingkungan kelas yang baik, memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian, dengan manajemen kelas produknya harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
    Manajemen kelas secara khusus dibagi menjadi dua, yaitu tujuan untuk siswa dan guru. Tujuan untuk siswa, yang pertama yaitu mendorong siswa untuk mengembangkan tanggung-jawab individu terhadap tingkah lakunya dan kebutuhan untuk mengontrol diri sendiri. Kedua, membantu siswa untuk mengetahui tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas dan memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan. Dan yang ketiga membangkitkan rasa tanggung jawab untuk melibatkan diri dalam tugas maupun pada kegiatan yang diadakan.
    Sedangkan tujuan untuk guru yang pertama, yaitu untuk mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar dan kecepatan yang tepat. Kedua, untuk dapat menyadari akan kebutuhan siswa dan memiliki kemampuan dalam memberi petunjuk secara jelas kepada siswa. Ketiga, untuk mempelajari bagaimana merespon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang mengganggu. Dan yang keempat untuk memiliki strategi ramedial yang lebih komprehensif yang dapat digunakan dalam hubungan dengan masalah tingkah laku siswa yang muncul didalam kelas.
    Maka dapat disimpulkan bahwa tujuan daripada manajemen kelas adalah agar setiap anak dikelas dapat bekerja dengan tertib dan setiap guru mampu menguasai kelas dengan menggunakan berbagai macam pendekatan dengan menyesuaikan permasalahan yang ada, sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.

E. Prosedur Manajemen Kelas

    Prosedur manajemen kelas dapat dilakukan secara pencegahan (Preventif) maupun penyembuhan (Kuratif). Dikatakan secara preventif adalah jika upaya yang dilakukan atas dasar inisiatif guru untuk mengatur siswa, fasilitas yang berupa peralatan atau format belajar mengajar yang tepat dan dapat mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar. Sedangkan yang dimaksud dengan manajemen kelas secara kuratif adalah langkah atau tindakan penyembuhan terhadap tingkah laku menyimpang yang dapat mengganggu kondisi-kondisi optimal dan proses belajar mengajar yang sedang berlangsung.
1. Prosedur Manajemen Kelas yang Bersifat Preventif Meliputi:
  • Peningkatan kesadaran pendidik sebagai guru, seorang pendidik harus menyadari bahwa dirinya memiliki tugas dan fungsi yaitu sebagai fasilitator bagi siswanya yang sedang belajar, serta bertanggung-jawab terhadap proses pendidikan.
  • Peningkatan kesadaran siswa kesadaran akan kewajibannya dalam proses pendidikan. Keefektifan siswa dalam proses pembelajaran sebenarnya bergantung pada tingkat kesadarannya semakin tinggi pula keefektifannya.
  • Penampilan sikap tulus guru, seorang guru perlu bersikap dan bertindak secara wajar, tulus dan tidak pura-pura terhadap siswa.
  • Pengenalan terhadap tingkah laku siswa, tingkah laku siswa bisa bersifat perseorangan maupun kelompok.
  • Penemuan alternatif manajemen kelas, agar pemilihan alternatif tindakan Manajemen Kelas dapat sesuai dengan situasi yang dihadapinya, maka perlu kiranya pendidik mengenal berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam Manajemen Kelas.
  • Pembuatan kontrak sosial, pada dasarnya berupa norma yang dituliskan dalam bentuk peraturan atau tata tertib kelas baik tetulis maupun tidak tertulis, yang berfungsi sebagai standar tingkah laku bagi siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok. Kontrak sosial yang baik adalah yang benar-benar dihayati dan dipatuhi sehingga meminimalkan terjadinya pelanggaran.
2. Prosedur Manajemen Kelas yang Bersifat Kuratif meliputi:
  • Identiffikasi masalah, yang pertama guru melakukan identifikasi masalah dengan jalan berusaha memahami dan menyelidiki penyimpangan tingkah laku siswa yang dapat mengganggu kelancaran proses pendidikan didalam kelas.
  • Analisis masalah, dari hasil penyelidikan yang mendalam, seorang guru dapat melanjutkan langkah ini yaitu dengan berusaha mengetahui latar belakang serta sebab timbulnya tingkah laku siswa yang menyimpang tersebut. Dengan begitu, maka akan dapat ditemukan sumber masalah yang sebenarnya.
  • Penetapan alternatif pemecahan, sebelum menetapkan alternatif tersebut, alangkah lebih baik untuk mengetahui berbagai pendekatan yang sesuai untuk digunakan dalam Manajemen Kelas serta memahami cara untuk mengatasi setiap masalah sesuai dengan pendekatan masing-masing.
  • Monitoring, hal ini dilakukan karena akibat dari perlakuan guru bisa saja mengenai sasaran, yaitu meniadakan tingkah laku siswa yang menyimpang, tetapi tidak menutup kemungkinan juga perlakuan guru tidak berakibat apa-apa terhadap siswa, atau bahkan malah akan menimbulkan tingkah laku yang justru lebih jauh menyimpangnya.
  • Memanfaatkan umpan balik, hasil dari monitoring seharusnya dapat dimanfaatkan secara konstruktif, yaitu dengan cara mempergunakannya untuk Memperbaiki pengambilan alternatif yang pernah ditetapkan jika suatu saat menghadapi masalah yang sama pada situasi yang sama.

SUMBER:
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Volume 5, Nomor 2 : Agustus 2017. Oleh Alfian Erwinsyah (Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo)


Komentar